Mengapa Pluto Dikeluarkan dari Daftar Planet Utama di Tata Surya? Alasan Ilmiahnya

batiquitos.org –  Pluto pernah dikenal sebagai planet kesembilan, tetapi statusnya berubah setelah para astronom meninjau kembali definisi planet. Perubahan ini membantu menjelaskan bagaimana ilmuwan mengelompokkan benda langit di Tata Surya.

Ilustrasi tata surya dengan Pluto terlihat kecil dan berada di antara banyak objek es di Sabuk Kuiper.

Pluto dikeluarkan dari daftar planet utama karena tidak memenuhi semua syarat planet menurut Persatuan Astronomi Internasional, terutama karena belum membersihkan wilayah orbitnya dari benda lain. Ia tetap mengorbit Matahari dan berbentuk hampir bulat, tetapi memiliki banyak benda sejenis di jalur orbitnya.

Artikel ini membahas definisi planet tersebut dan menjelaskan mengapa Pluto kini termasuk planet kerdil, bukan planet utama.

Definisi Planet Menurut Persatuan Astronomi Internasional

Ilustrasi tata surya yang menampilkan delapan planet dan Pluto sebagai planet katai di luar orbit Neptunus.

Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan definisi planet pada 2006. Definisi ini menilai bentuk benda langit, orbitnya, dan hubungan benda tersebut dengan lingkungan orbitnya.

Tiga Kriteria Resmi untuk Menjadi Planet

Menurut IAU, sebuah benda langit harus memenuhi tiga syarat berikut untuk disebut planet:

  1. Mengorbit Matahari. Benda tersebut harus bergerak mengelilingi Matahari, bukan mengorbit benda langit lain sebagai satelit utama.
  2. Memiliki massa yang cukup untuk berbentuk hampir bulat. Gravitasi benda itu harus mampu menarik materinya sendiri hingga mencapai keseimbangan hidrostatik. Karena itu, bentuknya tidak harus bulat sempurna.
  3. Membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya. Benda tersebut harus menjadi objek gravitasi yang dominan di jalur orbitnya.

Pluto memenuhi dua syarat pertama. Pluto mengorbit Matahari dan memiliki bentuk hampir bulat. Namun, Pluto berbagi wilayah orbitnya dengan banyak objek Sabuk Kuiper, sehingga tidak memenuhi syarat ketiga. IAU kemudian mengelompokkannya sebagai planet katai.

Makna Membersihkan Lingkungan Orbit

“Membersihkan lingkungan orbit” tidak berarti planet menghapus semua debu atau benda kecil dari jalurnya. Istilah ini berarti planet memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk mengendalikan sebagian besar objek di sekitar orbitnya.

Planet dapat menarik objek kecil, menggabungkannya, mengusirnya, atau menguncinya dalam lintasan tertentu. Bumi, misalnya, menjadi objek dominan di wilayah orbitnya karena massanya jauh lebih besar daripada benda-benda lain yang melintasi area tersebut.

Pluto tidak memiliki dominasi gravitasi yang sama. Orbitnya berada di Sabuk Kuiper, wilayah yang dipenuhi objek es dan batuan. Karena Pluto berbagi wilayah itu dengan banyak benda berukuran sebanding, IAU menilai Pluto belum membersihkan lingkungan orbitnya.

Status Pluto sebagai Planet Kerdil

Pluto memiliki orbit yang sangat jauh dan bentuk yang cukup besar untuk menjadi hampir bulat. Namun, penemuan banyak benda serupa di Sabuk Kuiper membuat para astronom menilai kembali definisi planet. Pada 2006, Pluto diklasifikasikan sebagai planet kerdil karena tidak memenuhi semua syarat sebagai planet utama.

Orbit dan Ukuran Pluto

Pluto mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 5,9 miliar kilometer. Orbitnya berbentuk lonjong dan miring sekitar 17 derajat terhadap bidang orbit Bumi. Satu kali revolusi Pluto mengelilingi Matahari berlangsung sekitar 248 tahun Bumi.

Diameter Pluto sekitar 2.377 kilometer, sehingga ukurannya lebih kecil daripada Bulan. Meski kecil, gravitasinya cukup kuat untuk membentuk tubuh yang hampir bulat. Pluto juga memiliki lima satelit yang diketahui, dengan Charon sebagai satelit terbesar.

Pluto memenuhi dua syarat penting untuk disebut planet: ia mengorbit Matahari dan memiliki bentuk hampir bulat. Namun, wilayah orbitnya masih dipenuhi banyak benda lain. Kondisi ini menjadi alasan utama Pluto tidak memenuhi syarat ketiga dalam definisi planet.

Penemuan Objek Sabuk Kuiper

Para astronom menemukan Pluto pada 1930, ketika mereka masih mengira bahwa Pluto merupakan benda unik di wilayah terluar Tata Surya. Pandangan itu berubah setelah penemuan objek-objek di Sabuk Kuiper, yaitu kawasan yang berada di luar orbit Neptunus.

Objek Sabuk Kuiper memiliki komposisi es dan batu, mirip dengan Pluto. Beberapa di antaranya berukuran besar, seperti Eris, Haumea, dan Makemake. Eris bahkan memiliki massa yang sedikit lebih besar daripada Pluto.

Penemuan tersebut menimbulkan masalah klasifikasi. Jika Pluto tetap disebut planet, objek besar lain dengan sifat serupa juga dapat memperoleh status yang sama. Jumlah planet dalam Tata Surya berpotensi terus bertambah tanpa batas yang jelas.

Keputusan Klasifikasi Tahun 2006

Pada Agustus 2006, Uni Astronomi Internasional menetapkan definisi resmi planet. Sebuah planet harus memenuhi tiga syarat: mengorbit Matahari, memiliki bentuk hampir bulat, dan telah membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya dari benda-benda berukuran sebanding.

Pluto memenuhi dua syarat pertama, tetapi tidak memenuhi syarat ketiga. Ia berbagi wilayah orbit dengan banyak objek Sabuk Kuiper, sehingga belum menjadi benda dominan di jalur orbitnya. Karena itu, Pluto masuk kategori planet kerdil, bukan planet utama.

Klasifikasi ini tidak menghapus Pluto dari Tata Surya. Pluto tetap menjadi objek penting yang mengorbit Matahari dan memiliki atmosfer tipis, pegunungan es, serta permukaan yang kompleks.